Memahami metode TOPSIS dan Fuzzy String Matching yang menjadi inti dari sistem pemeriksaan dokumen perizinan.
Sistem ini menggabungkan dua metode yang saling melengkapi untuk menghasilkan pemeriksaan dokumen yang akurat dan perangkingan permohonan yang objektif.
Digunakan untuk mencocokkan nama file dokumen yang diunggah pemohon dengan nama persyaratan yang ada di database. Menggunakan perhitungan kesamaan string untuk mengatasi perbedaan penamaan file.
Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution — metode pengambilan keputusan multi-kriteria untuk merangking permohonan berdasarkan kedekatan dengan solusi ideal.
Teknik pencocokan string yang toleran terhadap perbedaan penulisan, menggunakan dua metode perhitungan kesamaan.
Ketika pemohon mengunggah dokumen, nama file sering kali tidak persis sama dengan nama persyaratan di database. Misalnya, persyaratan bernama "Surat Permohonan" tetapi pemohon mengunggah file bernama "surat_permohonan_izin.pdf" atau "Permohonan Izin.pdf".
Fuzzy String Matching memungkinkan sistem mengenali bahwa file-file tersebut merujuk pada persyaratan yang sama, meskipun namanya tidak identik.
Menghitung jumlah minimum operasi (insert, delete, replace) yang diperlukan untuk mengubah satu string menjadi string lainnya.
"surat_izin" → "surat_ijin"Menghitung jumlah karakter yang cocok antara dua string menggunakan algoritma pencocokan subsequence terpanjang.
"ktp_pemohon" → "ktp pemohon"Nama file diubah ke huruf kecil, ekstensi dihilangkan, dan karakter khusus diganti spasi.
Sistem mengecek apakah nama file mengandung kata kunci persyaratan secara langsung.
Jika tidak cocok langsung, sistem mencari di kamus sinonim (contoh: "KTP" = "Kartu Tanda Penduduk").
Kesamaan dihitung menggunakan similar_text() terhadap setiap keyword dan sinonim.
Jika similarity ≥ threshold (default 70%), dokumen dianggap cocok dan dipetakan ke persyaratan.
Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution — metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang dikembangkan oleh Hwang dan Yoon (1981).
TOPSIS adalah metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang bekerja dengan prinsip bahwa alternatif terbaik adalah yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif.
Dalam konteks sistem ini, TOPSIS digunakan untuk merangking permohonan perizinan berdasarkan 5 kriteria, sehingga verifikator dapat memprioritaskan permohonan yang paling lengkap dan mendesak.
Sistem menggunakan 5 kriteria terukur untuk menilai setiap permohonan:
| Kode | Kriteria | Tipe | Keterangan |
|---|---|---|---|
| K1 | Kelengkapan Dokumen | Benefit | Persentase dokumen wajib yang terpenuhi (0-100%) |
| K2 | Rasio Fuzzy Match | Benefit | Rasio file yang berhasil dicocokkan terhadap total file |
| K3 | Jumlah Temuan | Cost | Jumlah file yang gagal diverifikasi (semakin sedikit semakin baik) |
| K4 | Urgensi | Benefit | Tingkat urgensi permohonan (1-5) |
| K5 | Usia Permohonan | Benefit | Jumlah hari sejak permohonan diajukan |
Menyusun data setiap permohonan ke dalam matriks keputusan Xij dimana i = alternatif (permohonan) dan j = kriteria (K1-K5).
Matriks keputusan dinormalisasi menggunakan normalisasi vektor:
Mengalikan matriks normalisasi dengan bobot setiap kriteria:
dimana wj adalah bobot kriteria ke-j yang ditentukan oleh admin.
Menentukan solusi ideal positif (A+) dan negatif (A-):
Menghitung jarak Euclidean setiap alternatif ke solusi ideal:
Menghitung nilai preferensi setiap alternatif:
Nilai Vi berkisar antara 0 dan 1. Semakin mendekati 1, semakin baik alternatif tersebut. Alternatif dirangking berdasarkan nilai Vi dari tertinggi ke terendah.
Pemohon mengunggah file dokumen perizinan ke dalam sistem.
Setiap file dicocokkan dengan persyaratan. Hasilnya menjadi input untuk TOPSIS (K1, K2, K3).
Permohonan dirangking berdasarkan 5 kriteria untuk menentukan prioritas pemrosesan.
Hasil dari Fuzzy String Matching langsung mempengaruhi 3 dari 5 kriteria TOPSIS:
Dihitung dari persentase dokumen wajib yang berhasil dicocokkan oleh Fuzzy Matching.
Rasio antara file yang berhasil di-match (pass) terhadap total file yang diunggah.
Jumlah file yang gagal dicocokkan (fail) oleh proses Fuzzy Matching.
similar_text() - Calculate the similarity between two strings.
levenshtein() - Calculate Levenshtein distance between two strings.
Masuk ke sistem untuk melihat implementasi algoritma secara langsung dalam pemeriksaan dokumen perizinan.